LATAR BELAKANG

Perekonomian dunia pada dasa warsa 2000 – 2016 telah mengalami kelambatan pertumbuhan sebagai dampak berbagai krisis yang terjadi pada dasa warsa tersebut. Krisis yang berkepanjangan berdampak pada bangkrutnya beberapa negara dan sulitnya untuk bangkit kembali. Fakta menunjukkan bahwa justru negara-negara yang tidak berbasiskan sumber daya alam namun dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dapat  lebih cepat untuk bangkit.  Hal ini telah menyadarkan bangsa-bangsa bahwa paradigma perokonomian telah berubah, yaitu dari ekonomi berbasis sumber daya menjadi paradigma ekonomi berbasis pengetahuan dan kreativitas (Howkins, 2001).

Kondisi perekonomian yang melambat tersebut juga dibarengi adanya perubahan yang begitu cepat khususnya dalam bidang IT dan teknologi yang berdampak disrupsi pada banyak aspek kehidupan, banyak perusahan-perusahan mapan yang bangkrut karena tidak mampu merubah model bisnisnya. Hal ini berdampak disrupsi dimana-mana, namun demikian perubahan yang begitu cepat dalam banyak aspek ini bisa disikapi sebagai peluang untuk berkreasi dan berinovasi agar kita tidak tenggelam di dalamnya.

Kondisi pelambatan pertumbuhan perekonomian dan era disrupsi juga dialami oleh Negara kita Indonesia. Oleh karenanya guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan Pengembangan Ekonomi kreatif maupun  Peningkatan kapasitas inovasi dan teknologi khususnya bagi UMKM.  Pengembangan ekonomi kreatif tersebut berlandaskan isue stretegis “Mencapai pertumbuhan yang tinggi dan mengutamakan penumbuhan usaha pemula di ekonomi kreatif” (RPJMN Tahun 2015-2019).

Selaras dengan isue strategis tersebut maka berbagai komponen bangsa, pemerintah maupun pemerhati UMKM telah melakukan berbagai program pemberdayaan yang UMKM berbasis inovasi teknologi dan manajemen dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan maupun berkeadilan.   Upaya-upaya yang telah dilakukan tersebut menunjukan keberagaman hasilnya, sehingga keberhasilan maupun kendala dan pendorong dirasa perlu dideseminasikan ke berbagai pelaku pemberdaya maupun UMKM sebagai pelaku dengan harapan mampu memotivasi pemberdaya maupun pelaku usaha kecil untuk terus berusaha mengembangkan diri untuk tetap eksis pada era disrupsi dan tetap mampu berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.

 

Selaras dengan kondisi tersebut maka pada tahun 2018 kegiatan 7th UNS SME’s SUMMIT & AWARDS kembali digelar sebagai event tahunan untuk memberikan penghargaan kepada pemerhati UMKM baik lembaga maupun perorangan atas perannya memberdayakan UMKM. Salah satu rangkaian kegiatannya adalah International Conference on Small And Medium Enterprise Empowerment (ICSMEE) dengan mengambil tema “Enhancing of Small Medium Enterprises Competitiveness Based on Creative Economy in Disruption of Innovation”.

 

MAKSUD DAN TUJUAN

Penyelenggaraan International Conference on Small And Medium Enterprise Empowerment (ICSMEE) dimaksudkan untuk mendesiminasikan hasil kajian, pengetahuan maupun pengalaman pemberdayaan UMKM baik dalam aspek sosial ekonomi maupun teknologi dari pemangku kebijakan, peneliti dan pengabdi maupun praktisi untuk direkomendasikan  sebagai arahan dan strategi pemberdayaan UMKM serta membangun kerjasama sinergitas para pemangku kepentingan (lembaga pemerintah, Perguruan Tinggi, dunia usaha, LSM, Komunitas, media) dalam pemberdayaan UMKM.